Posts

Showing posts from May, 2024

Orang Miskin Tidak Boleh Punya Anak dan Alasan-alasan Childfree yang Patut Dipertimbangkan

Image
Foto: Anis Safitri Seorang bapak berinisial P di Jagakarsa membunuh 4 anaknya dan menjejerkan mereka di tempat tidur. Hal ini ia lakukan atas buntut pertengkarannya dengan sang Istri karena menduga istrinya berselingkuh. Ia juga melakukan KDRT kepada istrinya pada Sabtu (1/12). Setelah dipanggil kepolisian guna pemeriksaan kasus KDRT, ia mengelak karena masih menjaga anaknya. Namun, pada hari Rabu (6/12), 4 anaknya sudah ditemukan berjejer tanpa nyawa di atas tempat tidur.     Diketahui P menganggur selama 5 bulan, ia dan anak-anaknya mengandalkan penghasilan istrinya.  Kasus P ini tidak hanya berkaitan dengan isu kemiskinan. Namun, juga soal relasi kuasa, dan patriarki, di mana seorang laki-laki merasa tidak memiliki harga diri ketika ia tidak bekerja, ia barangkali memiliki stigma bahwa laki-laki lah yang harus bertanggung jawab atas ekonomi keluarga, merasa bahwa sebagai seorang lelaki dan kepala keluarga ia merasa memiliki kuasa, mempunyai kekuatan, dan berh...

Dari Tsuen Wan Barat (Cerpen)

Image
Foto: Anis Safitri      Dari tempat aku duduk di sebuah gerbong MTR , tidak jauh, aku melihat sekelebat laki-laki berbaju hitam yang menyerupai bentuk tubuhmu: tinggi dan kurus. Ia keluar dari gerbong bersama kerumunan orang yang hendak turun di Mei Foo , satu stasiun sebelum stasiun Tsuen Wan Barat . Sontak aku berdiri dan mencari-cari, menegok-nengok, berjalan satu dua langkah, tapi seseorang yang menyerupaimu tadi tidak kutemukan.      Aku pun duduk kembali, tubuh penumpang yang baru saja turun masih samar terlihat melalui jendela kereta yang mulai melaju. Angin lembut melewati tubuhku, kulipat kedua tangan di dada, berharap dapat menghalau hawa dingin yang tiba-tiba datang begitu saja. Kupikir awalnya tidak apa-apa jika lelaki itu bukan kau, tapi aku salah, pipiku mulai basah dan dadaku gelisah.      Kutempelkan kepala pada sandaran kursi berbahan kaca di sebelah kiriku, mencoba mengusir kecewa dan hawa dingin yang rasanya secara perlahan...

Hong Kong Tidak Seindah Foto Profil

Image
        Foto: Anis Safitri  Banyak orang beranggapan bahwa, menjadi Pekerja Migrant Indonesia (PMI) di Hong Kong adalah pekerjaan yang tepat dan mudah. Presepsi ini juga didukung adanya perkembangan teknologi dan pesatnya informasi. Setiap orang dituntut agar tidak tertinggal dari kemajuan, tidak terkecuali juga para PMI di Hong Kong. Memiliki Handphone canggih, bermain media social dan memiliki hal atau barang yang seringkali dijadikan parameter untuk menunjukkan kesetaraan (kehidupan yang baik-baik saja dan layak), Namun jauh dari hal itu, segala keluh kesah dan kesulitan yang mereka hadapi di Negara yang asing, mereka simpan di balik foto-foto “cantik” yang mereka unggah di media social dengan banyak pertimbangan: tidak ingin keluarga khawatir, ingin terlihat baik-baik saja atau tidak ingin dibully. Jam Kerja Lebih Dari 13 Jam           Baru-baru ini, pada hari Rabu (13/02/2019) Pusat Penelitian Migrasi dan Mobilitas Univer...